sukri.id
Samarinda

Sebanyak 1.025 Jemaah Haji Samarinda Berangkat 26 April 2026

Teks: Kepala Kemenag Kota Samarinda, Jurait (foto-msi)

Samarinda – Sebanyak 1.025 calon jemaah haji (CJH) asal Kota Samarinda akan diberangkatkan ke Tanah Suci mulai 26 April 2026, dibagi dalam lima kloter.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Samarinda Jurait memastikan seluruh tahapan utama telah rampung, mulai dari administrasi hingga kesiapan teknis di lapangan.

“Persiapannya sudah siap, dari tingkat kecamatan sudah dilakukan manasik haji. Untuk Samarinda ada 1.025 jemaah yang akan berangkat tahun ini,” ungkap Jurait usai Rapat Koordinasi Pemberangkatan Calon Jemaah Haji di Ruang Rapat Mahakam Lantai 4 Kantor BPKAD Kota Samarinda, Rabu 1 April 2026.

Pemberangkatan haji Samarinda akan dibagi dalam lima kloter dengan jadwal sebagai berikut:
26 April sebanyak 356 jemaah,1 Mei sebanyak 356 jemaah, 6 Mei sebanyak 80 jemaah,18 Mei ada 199 jemaah dan 20 Mei sebanyak 34 jemaah

Kloter pertama pada 26 April diperkirakan menjadi puncak awal pemberangkatan jemaah haji dari Samarinda.

“Yang pertama tanggal 26 April itu kloter awal sekaligus menjadi momentum pemberangkatan terbesar,” katanya.

Pelepasan jemaah, pemerintah menyiapkan dua lokasi utama, yakni di Gor Segiri Samarinda dan kawasan Islamic Center.

“Rencana pelepasan di Gor Segiri untuk sebagian besar kloter, kemudian ada juga di Islamic Center untuk koridor tertentu,”ungkap Kepala Kemenag Samarinda.

Lebih jauh, total jemaah yang akan berangkat, usia tertua tercatat mencapai 88 tahun. Hal ini menjadi perhatian khusus dalam aspek kesehatan dan pendampingan selama perjalanan.

“Yang paling tua itu 88 tahun,” ungkap Jurait.

Meski demikian, secara umum kesiapan sudah hampir 100 persen, Jurait mengakui masih ada beberapa hal teknis yang terus dimatangkan, seperti layanan di embarkasi, fasilitas pendukung, dan teknis pemberangkatan.

“Saya lihat tidak ada kekurangan apapun, hanya penyempurnaan teknis seperti pelayanan dan kesiapan lainnya,” katanya.

Ia mengingatkan para jemaah untuk mempersiapkan diri secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi administrasi, tetapi juga fisik dan mental.

Layanan dasar seperti konsumsi dan fasilitas selama proses pemberangkatan hingga embarkasi telah disiapkan sesuai ketentuan.

Meski belum ada kendala berarti, kondisi konflik di Timur Tengah yang sedang memanas tetap menjadi perhatian. Namun, pihak Kemenhaj memastikan seluruh proses tetap berjalan sesuai jadwal tanpa perubahan.

“Kondisi di Timur Tengah belum ada indikasi yang berdampak langsung, jadi kita tetap sesuai jadwal,”terangnya.

Related posts

Neneng: Pintu Ruang Kerja akan Selalu Terbuka Bagi Siapa Saja

Mohammad

Wawali Samarinda Safari Ramadan di Masjid Anna Janur Rahman

Dewi

Saefuddin Zuhri Ajak Warga Bijak Gunakan BBM

Athirah