Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta dalam pengelolaan sampah, dengan prinsip tidak membebani anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Selain itu, pemerintah juga menegaskan keberhasilan penanganan sampah tidak akan terwujud tanpa dukungan dan kesadaran masyarakat.
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan skema kerja sama yang ditawarkan kepada investor akan menggunakan pendekatan business to business.
Artinya kerja sama tersebut harus memberikan manfaat bagi kedua belah pihak tanpa mengandalkan jaminan dari keuangan daerah.
“Kalau mau kerja sama, harus dihitung secara bisnis. Jangan sampai membebani APBD,” ujarnya, Kamis 26 Maret 2026.
Menurutnya pemerintah tidak ingin mengambil risiko dengan menjadikan APBD sebagai penopang apabila kerja sama tidak berjalan sesuai target.
Langkah tersebut penting sebagai bentuk kehati-hatian dalam menjaga stabilitas keuangan daerah.“Saya tidak ingin meninggalkan beban bagi pemerintah ke depan,” tegasnya.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sejumlah pihak yang menunjukkan minat untuk bekerja sama dalam pengelolaan sampah, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Namun demikian pemerintah akan tetap selektif dalam menentukan mitra kerja sama.
Penilaian tidak hanya didasarkan pada ketertarikan semata tetapi juga mempertimbangkan tingkat keseriusan dan kredibilitas calon mitra.
Mantan ketua Partai Gerindra Kaltim itu, agar kerja sama yang terjalin benar-benar mampu memberikan dampak positif bagi pengelolaan sampah di Samarinda.
Selain membuka peluang kerja sama, pemerintah juga tengah merancang pengembangan pengolahan sampah dalam skala yang lebih besar termasuk kemungkinan penggunaan teknologi berbasis energi.
Namun demikian pemerintah tetap berkomitmen agar pengembangan tersebut tidak membebani APBD sehingga keterlibatan pihak swasta menjadi salah satu opsi yang terus didorong.
Andi Harun juga menekankan bahwa persoalan sampah tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk turut ambil bagian dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Tunggu siapa lagi kalau bukan kita sendiri yang peduli terhadap kota ini,” katanya.
