sukri.id
Hukum

Pemerintah dan Aparat Hukum Harus Instrospeksi

Teks: Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra

Samarinda – Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda Samri Shaputra memberi peringatan keras terkait memudarnya marwah pemerintah dan aparat keamanan di mata publik.

Fenomena kriminalitas yang kini dilakukan secara berani dan terang-terangan di ruang terbuka dianggap sebagai sinyal bahaya bahwa hukum tidak lagi memiliki daya tawar yang menakutkan bagi masyarakat yang merasa terdesak.

Ia menilai, rentetan peristiwa mulai dari penembakan hingga aksi pembunuhan sadis yang terjadi di wilayah hukum Samarinda menunjukkan adanya keberanian luar biasa dari para pelaku yang seolah menantang eksistensi aparat.

Samri menyoroti bagaimana media sosial menjadi cermin pudarnya rasa segan masyarakat terhadap simbol-simbol negara.

Ia mencermati pejabat publik kini kehilangan wibawanya karena kerap menjadi objek kritik tajam hingga penghinaan secara masif.

“Masyarakat sekarang seolah sudah tidak punya rasa takut lagi, mereka berani melakukan kejahatan secara terang-terangan. Lihat saja di media sosial, mulai dari tingkat wali kota sampai presiden pun sekarang berani diolok-olok oleh masyarakat secara terbuka. Rasa hormat itu sudah luntur,” ungkapnya, Selasa, 24 Maret 2026.

Menurutnya, keberanian untuk melanggar aturan secara terbuka sering kali berakar dari rasa frustrasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi dan ketimpangan keadilan.

Ketika rakyat merasa negara tidak hadir dalam kesulitan mereka, maka aturan hukum cenderung diabaikan demi mencari jalan pintas atau meluapkan kekecewaan.

Kejadian kriminal di tempat umum menunjukkan masyarakat tidak lagi mempedulikan respons cepat dari aparat keamanan. Fenomena penghinaan terhadap pemimpin di jagat maya dianggap sebagai bentuk hilangnya marwah lembaga negara secara sistemik.

Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Samarinda itu, berpendapat wibawa hanya bisa tegak jika rakyat merasa terlindungi dan disejahterakan oleh sistem yang ada.

Selain itu, ia mendesak agar para pemangku kebijakan tidak hanya mengandalkan pendekatan hukum yang kaku, tetapi juga melakukan pendekatan nurani.

Kemudian, ia meminta pemerintah dan aparat untuk mengevaluasi mengapa masyarakat sampai pada tahap senekat ini dalam melanggar hukum.

“Pemerintah dan aparat harus introspeksi diri. Mengapa rakyat sampai senekat ini?. Jangan-jangan karena mereka merasa tidak ada lagi tempat untuk mengadu atau merasa keadilan memang tidak berpihak pada mereka,”tutupnya.

Related posts

Samri Sebut Pelaku Mutilasi Kehilangan Akal Sehat dan Tak Punya Nurani

Dinda

Polresta Samarinda Ungkap Pelaku Mutilasi, Diduga Dilakukan Suami Sirinya

Mohammad

Polresta Samarinda Amankan Dugaan Penyagunaan BBM Subsidi Tiga Belas Jeriken

Dinda