Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tengah mencari langkah untuk menekan kenaikan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram di tingkat pengecer yang belakangan mencapai Rp28 ribu per tabung.
Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Nadya Turisna, mengatakan harga LPG di tingkat pangkalan sebenarnya masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Menurutnya, perbedaan harga mulai terjadi setelah LPG berpindah tangan ke pengecer sebelum sampai kepada masyarakat.
“HET di pangkalan tetap sekitar Rp18 ribu per tabung. Tetapi ketika sudah sampai di pengecer, harganya bisa naik sampai Rp28 ribu,” ujarnya saat ditemui di kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kota Samarinda, Kamis 12 Maret 2026.
Nadya menjelaskan persoalan tersebut bukan disebabkan oleh keterbatasan pasokan, melainkan lebih pada rantai distribusi setelah LPG keluar dari pangkalan.
Dalam prosesnya, satu tabung LPG bisa berpindah tangan beberapa kali sebelum sampai ke konsumen akhir, sehingga harga di lapangan menjadi lebih tinggi.
Ia menambahkan ketika LPG sudah berada di tingkat pengecer, ruang intervensi pemerintah menjadi sangat terbatas.
“Kalau sudah di pengecer agak sulit kita intervensi, karena mereka melihat permintaan masyarakat yang tinggi,” jelasnya.
Menurut Nadya, kondisi tersebut kerap dimanfaatkan sebagian pihak untuk menaikkan harga, terutama ketika kebutuhan masyarakat meningkat.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkot Samarinda terus melakukan komunikasi dengan Pertamina guna mencari langkah yang memungkinkan pangkalan turut berperan dalam menekan harga di tingkat pengecer.
Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan langkah intervensi seperti menggelar operasi pasar LPG dengan harga lebih murah.
Namun kebijakan tersebut tidak dapat dilakukan secara rutin karena dapat berdampak pada pedagang kecil yang bergantung pada penjualan LPG.
“Operasi pasar biasanya dilakukan pada momen tertentu saja. Kalau terlalu sering, pedagang bisa kehilangan pembeli,” katanya.
