sukri.id
Hukum

Samri Sebut Pelaku Mutilasi Kehilangan Akal Sehat dan Tak Punya Nurani

Teks: Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra

Samarinda – Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda Samri Shaputra mengatakan pelaku mutilasi yang terjadi di Samarinda pada Maret 2026, kehilngan akal sehat dan tak punya hati nurani.

Samri Shaputra menilai kesadisan yang ditunjukkan oleh para pelaku bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan sebuah fenomena sosial di mana nilai-nilai kemanusiaan telah terkikis habis oleh amarah dan niat jahat yang gelap.

Ia menyoroti bagaimana kasus ini dipersiapkan dengan sangat rapi, mulai dari penentuan lokasi hingga cara menghilangkan jejak korban. Hal ini, menurutnya pelaku menunjukan telah kehilangan kontrol diri dan moralitas sebagai manusia.

“Saya lihat, ini kejadian yang sangat mengerikan dan di luar nalar kemanusiaan. Apalagi ini kasus mutilasi pertama yang terjadi di Samarinda yang direncanakan dengan begitu rapi,” ungkapnya pada awak media, Selasa 24 Maret 2026.

Samri menekankan sebesar apa pun masalah atau kekecewaan yang dialami seseorang, tindakan mencabut nyawa orang lain apalagi dengan cara memutilasi tidak akan pernah memberikan solusi, melainkan justru menghancurkan masa depan banyak pihak.

“Seberat apa pun masalahnya, tidak boleh kita mengikuti amarah sehingga melakukan tindakan di luar nalar kemanusiaan seperti ini. Harusnya setiap persoalan itu bisa diselesaikan dengan cara baik-baik, dengan musyawarah atau tabayyun,” jelasnya.

Selain itu, ia berharap rentetan peristiwa kriminalitas menonjol, termasuk kasus mutilasi ini, menjadi alarm bagi pemerintah kota dan aparat keamanan untuk mengevaluasi tingkat kerawanan sosial di Samarinda.

Anggota Fraksi PKS DPRD Samarinda itu, meminta agar penegakan hukum dilakukan seadil-adilnya untuk mengobati luka batin keluarga korban dan rasa takut yang sempat menghinggapi masyarakat.

“Kami semua berduka atas kejadian ini. Jangan sampai ada lagi kejadian serupa yang merobek rasa kemanusiaan,”pesannya.

Related posts

Pemerintah dan Aparat Hukum Harus Instrospeksi

Dewi

Polresta Samarinda Ungkap Pelaku Mutilasi, Diduga Dilakukan Suami Sirinya

Mohammad

Polresta Samarinda Amankan Dugaan Penyagunaan BBM Subsidi Tiga Belas Jeriken

Dinda