Samarinda – Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih, mengungkapkan saat ini terdapat sekitar 62 kasus yang masih berstatus suspek campak. Namun kasus tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“Yang kemarin 62 suspek itu harus dikirim ke laboratorium di Kalimantan Selatan untuk pemeriksaannya,” kata Ismed saat ditemui usai rapat dengan DPRD Samarinda.
Ia menjelaskan status suspek berarti kasus tersebut masih dalam tahap dugaan dan belum tentu positif campak.
“Kalau masih suspek itu artinya masih dicurigai, bukan berarti sudah positif campak,” ujarnya.
Meski demikian, Dinas Kesehatan tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama karena di sejumlah provinsi lain dilaporkan terjadi peningkatan kasus campak.
Pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh fasilitas kesehatan di Samarinda agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan kasus campak.
“Edaran itu sudah saya tanda tangani tanggal 6 kemarin untuk fasilitas kesehatan, terutama layanan primer dan rumah sakit,” katanya.
Hingga saat ini kondisi di Samarinda masih relatif aman karena cakupan imunisasi campak tergolong tinggi sehingga telah membentuk kekebalan kelompok di masyarakat.
“Capaian imunisasi campak di Samarinda sudah tinggi, jadi kekebalan umumnya sudah terbentuk. Saya yakin kondisi kita masih aman,” jelasnya.
Dinas Kesehatan juga mengimbau orang tua agar memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal, terutama menjelang periode mobilitas masyarakat yang meningkat saat Lebaran.
“Campak ini kebanyakan terjadi pada bayi dan balita. Jadi imbauannya paling penting, kalau sudah waktunya vaksin, segera lakukan vaksinasi,” pungkasnya.
