Samarinda – Perhari ini harga cabai mencapat Rp90.000, per kilogram. Harga sejumlah komoditas bahan pokok penting (bapokting) di Pasar Pagi Kota Samarinda mulai merangkak naik. Kenaikan paling signifikan terjadi pada komoditas cabai dan bawang merah, yang memicu keluhan baik dari pedagang maupun pembeli.
Marus, salah satu pedagang di area Pasar Pagi Samarinda dan pemilik Toko Mbah Yem, mengungkapkan kenaikan harga terjadi hampir pada seluruh jenis bumbu dapur. Menurut pengakuannya, harga cabai yang biasanya berada di kisaran Rp50.000 hingga Rp60.000 per kilogram, kini telah melonjak hingga mendekati angka Rp100.000.
“Naik semua. Seperti lombok (cabai). Bawang merah juga naik. Cabai sekarang ecerannya sudah Rp90.000 per kilogram, karena dari distributornya saja harganya memang sudah segitu,” ujar Marus saat ditemui di lapaknya sembari melayani prmbeli, Sabtu, 14 Maret 2026.
Selain cabai, beberapa komoditas lain yang turut mengalami kenaikan harga antara lain, bawang merah yang umumnya berkisar Rp30.000, naik di atas Rp40.000 per kilogram.
Kemudian, minyak subsidi pemerintah atau Minyakita turut mengalami kenaikan, yakni mencapai Rp23.000 per liter, jauh di atas imbauan harga eceran tertinggi pemerintah sebesar Rp15.700-18.000.
“Kentang naik, minyak goreng juga naik, bahkan Minyakita itu tembus Rp20 ribuan,” terangnya.
Di tengah lonjakan harga tersebut, beberapa komoditas terpantau masih stabil, seperti beras, wortel dan sayuran hijau yang harganya cenderung murah karena sedang memasuki masa musim panen.
Ia menyebutkan pasokan cabai dan bawang yang dijualnya mayoritas didatangkan dari luar daerah, seperti Sulawesi dan Banjar. Dan kenaikan harga pun terjadi dimulai dari distributor pangan tersebut.
Kenaikan harga ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat yang menurun drastis. Ia mengaku banyak pembeli yang membatalkan pesanan setelah mengetahui harga bapokting melonjak.
“Pembeli menurun. Begitu tahu harga naik, mereka tidak jadi beli. Minyak naik Rp2.000 sampai Rp3.000 saja warga sudah keberatan dan cari tempat lain, padahal sebenarnya di mana-mana harganya sama saja naik semua,” pungkasnya.
