Samarinda– Wali Kota Samarinda, Andi Harun menegaskan profesionalisme seorang pelayan publik tidak boleh dilepaskan dari nilai-nilai ketuhanan, agar setiap kebijakan yang diambil senantiasa berpihak pada kepentingan rakyat.
Andi Harun mendorong seluruh jajaran pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda untuk melakukan transformasi paradigma dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Ia menekankan dedikasi dalam melayani warga seharusnya tidak hanya didorong oleh ketakutan terhadap sanksi administratif atau pengawasan undang-undang negara semata.
“Jika seorang ASN melayani masyarakat dengan landasan agama, maka dalam hatinya tidak akan pernah terbersit niat untuk berkhianat kepada warga,”ungkap Andi Harun.
“Integritas yang hakiki lahir dari jiwa yang merasa selalu diawasi oleh Sang Pencipta, bukan sekadar takut pada atasan atau inspektorat,” sambung Andi Harun Selasa 10 Maret 2026.
Andi Harun juga menggarisbawahi bahwa momen Ramadan harus menjadi ajang penguatan benteng moral bagi para pemegang kebijakan.
Selain itu, ia menyatakan jika nilai-nilai kejujuran dalam ibadah puasa benar-benar meresap ke dalam etos kerja birokrasi, maka praktik-praktik menyimpang seperti korupsi, kolusi, maupun pungutan liar akan hilang dengan sendirinya.
“Pelayanan yang bersih, transparan, dan tanpa pamrih adalah cerminan nyata dari kualitas iman seseorang. Saya ingin birokrasi di Samarinda dikenal karena kejujurannya dan ketulusannya dalam menyelesaikan persoalan warga,” pesan Andi Hrun dengan nada lugas.
Wali Kota, Andi Harun berbagi refleksi pribadi mengenai kekuatan sedekah dan kepedulian sosial. Ia mengajak para ASN untuk gemar berbagi, meyakini bahwa kebaikan yang ditanamkan kepada masyarakat akan berbuah perlindungan dan keberkahan dalam karier maupun kehidupan pribadi.
“Jangan pernah merasa rugi atau takut kekurangan karena bersedekah. Mari kita jadikan posisi kita sebagai ladang amal untuk menabur kebaikan,”tutupnya.
