Samarinda – Kepala Satpol PP Kaltim Munawwar mengatakan pihaknya tetap akan menjalankan tugas pengamanan dengan sumber daya yang ada, meskipun jumlah personel dinilai belum ideal karena keterbatasan personil.
“Kalau personel kami punya keterbatasan, tapi tetap akan menjalankan dengan keterbatasan yang ada,” ungkapnya saat diwawancarai awak media, Senin 13 April 2026.
Pengamanan tidak hanya difokuskan di titik utama aksi, tetapi juga mencakup area sekitar lokasi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama demonstrasi berlangsung.
Dalam pelaksanaannya, Satpol PP juga akan berkoordinasi dan melibatkan aparat kepolisian guna memperkuat pengamanan, terutama untuk mengantisipasi potensi gesekan di lapangan.
“Kami antisipasi karena massa bisa jadi saat mengungkapkan aspirasinya, terjadi gesekan emosional,” ucapnya.
Munawwar sebut langkah pengamanan ini merupakan bagian dari upaya menjaga aset milik pemerintah provinsi sekaligus memastikan aksi berjalan tertib.
Ia menegaskan pemerintah provinsi tetap membuka ruang dialog bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi. Menurutnya, setiap persoalan yang disuarakan dalam aksi harus dapat ditindaklanjuti secara konstruktif.
“Apa yang menjadi permasalahan bisa diakomodir oleh pemerintah. Paling tidak menemui massa,” jelasnya.
Sebagai informasi, aksi 21 April tersebut direncanakan akan melibatkan massa dalam jumlah besar, dengan agenda utama menyuarakan tuntutan terkait dugaan nepotisme dan praktik politik dinasti di daerah.
Dengan dua titik aksi yang menjadi pusat konsentrasi massa, kesiapan pengamanan menjadi perhatian penting, terutama dalam menjaga situasi tetap kondusif di tengah keterbatasan personel yang dimiliki Satpol PP.
