Samarinda – Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) turun tangan menelusuri dugaan komplikasi serius yang dialami seorang bayi berusia tiga bulan setelah menjalani perawatan di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS).
Ketua Komisi IV H Baba menjelaskan pihaknya sudah menelusuri kronologi sejak awal perawatan pada 6–7 Maret hingga perkembangan kondisi bayi pada 16–17 Maret 2026.
“Alhamdulillah apa yang terjadi di lapangan sudah kita bahas, kejadian tersebut sudah dilakukan sesuai SOP, baik itu infus maupun rencana tindakan. Besok akan dilakukan operasi, mudah-mudahan hasilnya terbaik untuk anak kita,” ungkap Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Baba, Senin, 6 April 2026.
Menurutnya, kasus ini bermula ketika bayi tersebut dibawa ke IGD pada 6 Maret 2026 sekitar pukul 22.00 Wita dengan keluhan muntah dan diare.
Hasil didiagnosis mengalami dehidrasi dan mendapat pemasangan infus. Kondisi berubah satu hari setelahnya ketika infus lepas dan dipasang ulang di tangan kanan, setelah itu bayi menjadi rewel dan kondisinya memburuk.
Sebelumnya diduga keluarga tidak menerima informasi lanjutan terkait jadwal kontrol pada 16 Maret, Baba menyebut persoalan ini berasal dari kendala keluarga, bukan kelalaian RS.
“Tentu sudah disampaikan tanggal 16 untuk cek selanjutnya. Namun si pasien mengatakan ada miskomunikasi dengan yang mengantar. Suaminya bekerja, sehingga baru bisa datang tanggal 17,” jelasnya.
Selain itu, ia menyebut surat kontrol dipegang oleh suami pasien, sehingga keterlambatan kedatangan tidak berkaitan dengan kegagalan komunikasi dari pihak RS.
“Bukan karena salah informasi. Suami yang pegang suratnya dan sedang bekerja. Ibunya tidak ada yang mengantar,” tambah Baba.
Komisi IV memastikan audit medis sedang berjalan dengan melibatkan komite internal, dewan pengawas, dan Dinas Kesehatan.
“Kita berharap audit bisa selesai dalam waktu dua minggu, satu sampai dua minggu atau maksimal satu bulan. Tidak ada maksud apa pun selain memberikan pelayanan terbaik,” pesan Baba.
Sementara itu, Wakil Direktur Penunjang RSUD AWS Samarinda dr. Mazniat menyatakan prosedur medis sudah dilaksanakan sesuai standar.
“Tadi sudah dijelaskan semuanya sesuai prosedur. Edukasi juga sudah ada, tapi ternyata gap-nya dari keluarga pasien. Informasi yang tidak sesuai di medsos juga sudah diluruskan,” jelasnya.
Ia menambahkan operasi dijadwalkan segera dilakukan. “Tolong doakan saja, mudah-mudahan anak ini bisa sembuh seperti biasa,” ujarnya.
Terkait independensi audit, Mazniat memastikan komite medis bekerja secara profesional.
“Komite itu di bawah direktur langsung, ada independensinya. Orang-orang di komite adalah yang diakui keahliannya,” terangnya.
