sukri.id
Nasional

Raih Proper Hijau 2026, PT Donggi Senoro LNG Komitmen Jaga Lingkungan

Teks: Corporate Communication Manager DSLNG, Adhika Paramanandana (foto/Drakel)

Jakarta -Perusahaan yang beroperasi di Luwuk Sulawesi Tengah,   PT Donggi Senoro LNG (DSLNG), meraih Penghargaan Proper Hijau 2026.”Kami tetap mempertahankan lingkungan produk, untuk selalu mematuhi aturan lingkungan hijau,” ungkap Adhika Paramanandana, dalam bincang-bincang santai dan Halalbihalal dengan awak media, Jumat 10 April 2026, di Aroem Resto.

PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) kembali menorehkan prestasi dalam pengelolaan lingkungan dalam ajang Anugerah Lingkungan Proper 2026, yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, sebagai bentuk komitmen perusahaan menjaga lingkungan.

Adhika Paramanandana menilai pencapaian Proper Hijau ini merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam menjalankan berbagai inisiatif pengelolaan lingkungan, termasuk efisiensi energi, pengendalian emisi, serta program pemberdayaan masyarakat, berbasis lingkungan.

Menurutnya, kinerja lingkungan yang baik tidak hanya menjadi bagian dari kepatuhan, tetapi juga mencerminkan komitmen DSLNG dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan energi yang berkelanjutan.

Penghargaan ini diserahkan pada Selasa 7 April 2026 di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Diterima langsung Direktur Operasional DSLNG, Adi Kustanto dan didampingi oleh QHSE Senior Manager DSLNG, Muhammad Haerul.

Selain itu, PT Donggi Sentosa LNG, siap memenuhi lewajiban mengurangi ekspor LNG. Dengan catatan mereka tetap memenuhi kewajiban ekspor jangka panjang, dengan beberapa negara sesuai kesepakatan yang sudah ditandatangani sebelumnya.

“Perjanjian ekspor gas kami baru akan berakhir pada 2026,” ungkap Corporate Communication Manager DSLNG, Adhika Paramanandana, dalam bincang-bincang santai dan Halalbihalal dengan wartawan, Jumat 10 April 2026, di Aroem Resto.

Pengurangan ini, seiring dengan rencana kebijakan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menarik kembali rekomendasi ekspor minyak mentah dan gas yang sebelumnya telah diajukan ke Kementerian Perdagangan.

Menurutnya, langkah ini nantinya menjadi bagian mendukung upaya pemerintah, memprioritaskan untuk pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri, serta untuk meningkatkan utilisasi kilang nasional.

Namun demikian, ia sampaikan PT Donggi Senoro LNG yang beroperasi di Lueuk Sulawesi Tengah ini ,menetapkan target produksi tahunan secara stabil di level 2,1 juta hingga 2,125 juta ton, pada tahun 2026.

“Manajemen berkomitmen menjaga reliabilitas operasional secara penuh, mengingat kilang LNG ini, hanya bergantung pada satu jalur produksi (single train),”ucap Andhika.

Ia menambahkan, target produk perusahaan tetap satu tahun yaitu 2,1 juta ton maksimal 2,125 juta ton. Ini jadi komitmen utuk dijaga, karena hanya ada satu proses produksi.

“Artinya kami harus bekerja efisien, reliable, dan tidak boleh ada sedikitpun kesalahan. Karena satu miss, kita produksi bisa terhenti,”terangnya.

“Hingga kuartal I-2026, realisasi pengiriman kargo masih berada dalam jalur yang direncanakan,”sambungnya, seraya disampaikan untuk pasar ekspor, DSLNG telah mencatatkan pengiriman sekitar 8 hingga 12 kargo.

Related posts

Khalid Zabidi: Mafia BBM Harus Diungkap

admin2

Kapolri Listyo Sigit Sebut Media Sebagai Suara Publik Harus Didengar

Mohammad

Kemenkumham dan Imipas Berangkatkan 34 Bus Mudik Bareng

Athirah