Samarinda-Kepala SMP Negeri 2 Samarinda, Misradianto mengatakan sebanyak delapan kelas terdampak terdiri dari dua kelas VII, tiga kelas VIII, dan tiga kelas IX.
Seluruh area bangunan dua lantai tersebut untuk sementara disterilkan demi keamanan.
“Karena bangunannya dua tingkat, tidak mungkin bagian bawah dipakai sementara atas diperbaiki. Jadi semua kita tutup dulu,” jelasnya.
Untuk menjaga kelangsungan pembelajaran, pihak sekolah menerapkan sistem daring bergantian bagi siswa kelas VII dan VIII hingga pertengahan Mei.
Sementara siswa kelas IX akan segera menyelesaikan ujian dan tidak lagi mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
“Delapan kelas itu kita daringkan bergantian sampai Mei. Setelah kelas 9 selesai ujian, baru kelas 7 dan 8 bisa kembali belajar normal,” ujarnya.
Ia menambahkan, opsi pemindahan ke sekolah lain tidak dipilih karena keterbatasan ruang serta potensi kendala bagi tenaga pengajar.
Selain itu, pembersihan lokasi ditargetkan selesai dalam waktu singkat setelah garis polisi dicabut.
Pemerintah kota juga mengerahkan lintas organisasi perangkat daerah untuk mempercepat penanganan.
“Begitu proses dari kepolisian selesai, kita langsung bergerak cepat. Sabtu-Minggu kita targetkan pembersihan tuntas,” tutup Marnabas.
