sukri.id
Kaltim

Empat Desa Terisolir, Gubernur Kaltim Alihkan Pembangunan Jalan Bongan-Sotek

Teks: Jalan Bongan-Sotek yang berlumpur (Dok/Sukri.id)

Samarinda– Di tengah kemewahan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Empat desa di Kecamatan Bongan, Kutai Barat masih harus bersabar dengan jalan berlubang, berlumpur saat hujan, dan berdebu ketika kemarau.

Pembangunan jalan Bongan-Sotek akhiinya dialihkan untuk membangun desa terisolir yakni Desa Tanjung Soke, Deraya, Gerunggung, dan Lemper selama ini seperti berjalan tertatih.

Tiga desa berstatus tertinggal. Lemper memang sudah naik menjadi desa berkembang, tapi soal akses jalan, kondisinya tak banyak berbeda. Sama-sama sulit.

Mendengar laporan ada empat desa terisolir, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, dalam rapat rutin dua pekan lalu memutuslkan untuk mengalihkan ke empat desa. Awal mulanya, Pemprov Kaltim memprioritaskan jalur Sotek–Bongan sepanjang 103 kilometer untuk memperpendek konektivitas Penajam Paser Utara dan Kutai Barat menuju IKN dan Balikpapan. Namun peta prioritas berubah.

“Bongan–Sotek tetap penting. Tapi empat desa ini lebih mendesak. Anggaran kita geser,” ujar Rudy Mas’ud Senin, 23 Februari 2026.

Keputusan itu langsung diikuti angka konkret. Tahun ini, Rp101,1miliar disiapkan untuk membangun jalan Bongan–Gerunggung sepanjang 22 kilometer. Bukan tambal sulam, tapi pembangunan yang ditargetkan benar-benar membuka akses.

Namun bagi warga, jalan bukan sekadar urusan aspal. Ini soal harga sembako yang bisa ditekan, hasil kebun yang lebih mudah dijual, anak-anak yang tak lagi terjebak lumpur saat berangkat sekolah, dan ambulans yang bisa melaju tanpa was-was.

Meski begitu, ada ganjalan administratif. Status jalan masih jalan kabupaten. Artinya, perlu pengalihan status jalan menjadi jalan provinsi atau skema lain yang sah agar pembangunan bisa dilakukan tanpa melanggar aturan.

“Pekerjaan ini harus sesuai koridor aturan. Tapi percepatan dan hasil nyata itu wajib,” ungkap Gubernur Kaltim.

Lebih jauh, ungkap Rudy Mas’ud jika 22 kilometer ini rampung, dampaknya tak kecil. Indeks Desa Membangun berpeluang naik. Status desa tertinggal bisa terangkat. Target besarnya: tak ada lagi desa tertinggal di Kaltim.

“Sementara jalur Bongan–Sotek tetap disimpan dalam rencana. Ketika ruang fiskal memungkinkan, proyek itu akan kembali dibuka,”tutupnya

Related posts

Gubernur Kaltim Sebut Jembatan Nibung Ada Akses Ekonomi yang Terbuka

Mohammad

Respon Kritikan Warganet Akhirnya Mobil Dinas Rp8,5 Dibatalkan

Mohammad

 Kemenham Kaltim Fokus Pada Hak Kesehatan Bagi Warga

Athirah