sukri.id
Kaltim

Cegah Tabrakan Berulang, Jembatan Sungai Mahakam akan Dibuat Titik Tambat

Teks: Ketua DPRD Kaltim,Hasanuddi Mas'ud

Samarinda –Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama DPRD mulai membahas penataan titik tambat  Sungai Mahakam dalam uapaya mencegah insiden kapal yang sering terjadi akibat putusnya tali tambat.

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud mengatakan sejumlah kejadian ponton menabrak jembatan menjadi perhatian serius. Salah satu penyebab utama adalah aktivitas tambat yang tidak teratur dan belum sepenuhnya memenuhi standar teknis maupun regulasi.

“Banyak kejadian akibat putus tali tambat. Kita bahas bersama, supaya ke depan ada lokasi yang aman, sesuai aturan.Tidak lagi berada di jalur utama pelayaran,” ungkapnya usai rapat dengar pendapat di Gedung E DPRD Kaltim, Kamis, 26 Maret 2026.

Dalam pembahasan tersebut, disepakati sejumlah kriteria teknis lokasi tambat, di antaranya tidak berada di tikungan sungai, memiliki kedalaman yang memadai, serta berjarak aman dari jembatan.

Selain itu, lokasi tambat juga diupayakan tidak mengganggu alur pelayaran utama.Dari data sementara terdapat sekitar 33 titik tambat yang selama ini digunakan. Namun, jumlah tersebut masih akan diseleksi kembali berdasarkan hasil kajian teknis dari instansi terkait, termasuk KSOP.

“Belum tentu semua dipakai. Nanti ditentukan lagi mana yang memenuhi syarat,” katanya.

Ia katakan, pemerintah akan membentuk tim terpadu untuk mengintegrasikan sistem tambatan, termasuk mendorong pengelolaan oleh pihak resmi seperti BUMN agar memiliki dasar hukum yang jelas serta berkontribusi terhadap pendapatan daerah dan negara.

“Kalau sudah terpusat dan legal, akan ada PAD dan PNBP. Selama ini kan belum terkelola dengan baik,” jelasnya.

Selain itu, pengelola nantinya diwajibkan menyiapkan kapal siaga yang beroperasi 24 jam sebagai langkah mitigasi jika terjadi kondisi darurat, seperti putusnya tali tambat pada malam hari. Kapal tersebut juga akan dilengkapi sistem pemantauan otomatis (AIS) untuk memantau pergerakan kapal.

Kasi Penjagaan, Patroli, dan Penyidikan KSOP Kelas I Samarinda, Sahrun Asis, menegaskan bahwa penataan ini bertujuan meningkatkan keselamatan dan ketertiban pelayaran di Sungai Mahakam.

“Ke depan akan ada area tambat resmi yang ditentukan. Selama ini memang belum terkontrol dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, penentuan titik tambat akan melalui proses survei lapangan oleh tim teknis untuk memastikan kelayakan lokasi. Beberapa titik direncanakan berada di area sebelum dan setelah Jembatan Mahulu.

“Tujuannya jelas, untuk mencegah insiden tabrakan dan memastikan ada kepastian hukum bagi pelaku usaha pelayaran,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, pengelolaan tambatan nantinya berada di bawah pemerintah melalui skema kerja sama dengan BUMN, sekaligus membuka peluang pemberdayaan masyarakat di sekitar lokasi.

Related posts

Pemkot Bontang Aktifkan BPJS Korban Gigitan Buaya

Andi

Lebaran Pertama Rudy Mas’ud Kunjungi Panti Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda

Andi

Sinergi Polri dan Media, JMSI Kaltim Tegaskan Kondusivitas Daerah Harus Dijaga

Dinda